Kamis, 23 Februari 2017

RA Mutiara Bunda Outing Class: Kunjungan ke Lanud Atang Sanjaya


RA Mutiara Bunda mengadakan kegiatan outing class ke Lanud Atang Sanjaya, Semplak-Bogor pada hari selasa (21/02/2017) kemarin. Kegiatan ini diikuti oleh siswa/i, para guru dan beberapa orang tua murid. Antusias siswa/i untuk mengikuti outing class ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat pada saat cuaca mendung disertai hujan, mereka pun tetap datang ke sekolah untuk dapat berangkat ke Lanud Atang Sanjaya secara bersama-sama.

Lanud Atang Sanjaya menyediakan transportasi bagi RA Mutiara Bunda untuk dapat bekunjung kesana. Setiba di lanud Atang Sanjaya, siswa/i diberikan arahan oleh Sertu Jarot Subiyantoro agar mereka dapat tertib selama kegiatan. Siswa/i, guru dan orang tua murid diajak melihat pesawat helikopter di ruang service area. Bapak Jarot menjelaskan secara rinci kepada siswa/i tentang helikopter SAR yang berada di service area sambil menyanyikan lagu kepada anak.

Setelah mengunjungi service area, siswa/I RA Mutiara Bunda beranjak menuju rest area dengan mengendarai truk yang disediakan Lanud Atang Sanjaya. Setelah sampai di rest area, siswa/i dijelaskan terlebih dahulu oleh Bapak Jarot terkait jenis pesawat heli, mulai dari heli SAR, Heli Presiden hingga Heli yang bermuatan besar.

Siswa/i RA Mutiara Bunda kemudian diajak untuk melihat dan menaiki heli bermuatan besar yang berada di sebelah rest area. Seluruh siswa/i, guru dan orang tua pun bersemangat dan mengabadikan momen tersebut. Setelah berkeliling disekitar heli, mereka kemudian kembali ke rest area dan menikmati makanan dan snack disana. Lanud Atang Sanjaya menyediakan koperasi yang menjual pernak-pernik seperti baju, topi dan makanan.

Kegiatan outing class ini memberikan pengetahuan langsung bagi siswa untuk mengetahui lebih detil tentang pesawat. Selama belajar dikelas, siswa/i hanya diberikan pengenalan pesawat secara materi dan gambar, dengan kegiatan outing class ini dapat menjadikan pengalaman baru bagi mereka. RA Mutiara Bunda terus berbenah untuk memberikan yang terbaik bagi siswa/i nya. (Admin RA Mutiara Bunda)

Kamis, 02 Februari 2017

RA MUTIARA BUNDA CAMP DAY




RA Mutiara Bunda melaksanakan kegiatan camping bagi siswa/i nya di villa pondok pesantren entrepreneurship pemuda dan mahasiswa (Pondok Pendawa) bekerjasama dengan Pendawa Center senin (31/01/2017) lalu. Antusias anak-anak yang ikut dalam kegiatan ini sangat tinggi, sebanyak 21 anak RA turut serta dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini didampingi oleh para guru dan staff untuk menjaga ketertiban dan keamanan anak selama Kegiatan.

Selama Kegiatan berlangsung, anak dikenalkan Kembali dengan permainan tradisional seperti lompat tali, engklek, ular naga panjang, si miskin dan si kaya, dan lainnya. Permainan tersebut diharapkan agar dapat terlestarikan di era globalisasi saat ini, mengingat makin berkurang nya kesadaran masyarakat maupun orang tua dalam mengenalkan permainan tradisional kepada anak.

Selain itu, anak dilatih dengan pembiasaan praktik ibadah sehari hari, khususnya sholat berjamaah. Nuansa pesantren sebagai lokasi camping sangat efektif dalam menstimulasi kebiasaan anak dalam melaksanakan ibadah sholat. Hal ini diharapkan agar anak dapat mengenal secara langsung praktik kegiatan keagamaan di pondok pesantren.

Tentu tidak ketinggalan kegiatan mengaji setelah sholat yang didampingi oleh para guru dan beberapa ustadzah. Pola belajar sambil bermain tidak bisa lepas dari pembelajaran anak usia dini, kreatifitas guru dan ustadzah dalam mengkombinasikan hal tersebut dalam kegiatan 'ngaji' menjadi faktor penting agar anak tidak jenuh melainkan penuh semangat dalam mengikuti kegiatan.

Menjelang malam hari sebelum istirahat, anak diajak untuk berimajinasi melalui cerita dongeng yang dibawakan oleh seorang santri pondok pendawa. Pembawaan yang khas membuat dongeng yang dibawakan menjadi daya tarik tersendiri buat anak-anak. Anak mulai berimajinasi dengan cerita walisongo yang disampaikan penuh kejenakaan. Pengenalan anak terhadap sejarah budaya Indonesia akan memberikan stimulus pada wawasan nya kelak.

Sebelum memasuki jadwal sarapan pagi, anak diajak untuk merefleksikan tubuh sejenak dengan senam pagi. Hal ini menjadi kegiatan favorit bagi anak karena gerakan tubuh diikuti alunan musik menjadi dorongan semangat bagi mereka di pagi hari.

Kegiatan camp day yang dilaksanakan selama 1 hari di pondok pendawa telah memberikan kegiatan bermakna yang dapat berimplikasi pada keagamaan, sosial, kesehatan dan kebersamaan siswa/i RA Mutiara Bunda. Kegiatan ini diharapkan akan kembali dilaksanakan pada tahun mendatang dengan antusias siswa/i yang lebih banyak. (Admin RA Mutiara Bunda)

Sabtu, 01 Oktober 2016

Ciri Anak Berbakat Menjadi Musisi



Setiap anak pasti memiliki kecerdasan musikal walaupun tingkatnya berbeda-beda, ada yang benar-benar berbakat, ada yang sekedar suka dan ada yang mengabaikannya. Secara tidak langsung orang tua pun sudah memperkenalkan musik kepada anaknya. Ketika anak masih dalam kandungan terkadang bunda bersenandung untuk calon bayinya, ketika anak telah lahir dan mulai berjalan bunda pun bernyanyi lagu-lagu anak. Namun tahukah orang tua bakat musik yang terpendam pada anaknya walaupun bunda selalu bernyanyi setiap saat?

Dikutip dari Dancow Parenting bahwasannya dalam jurnal Profil Kecerdasan Musik Anak Usia Dini, Amir Syamsudin Menjelaskan indikator perkembangan musik anak usia 4-6 tahun. Dalam hal ini, pentingnya perhatian orang tua dalam melihat respon sang anak terhadap nada, ritme, irama dan instrumen musik. Berikut adalah ciri anak yang berbakat dalam musik.

1.        Mengerti perbedaan kontras suara keras dan lembut
Perbedaan suara antara yang keras dan lembut akan mendapatkan respon anak saat mendengarkannya. Volume musik yang keras dapat membuat anak mengangguk-angguk, melompat-lompat, berjingkat-jingkat atau malah menutup telinga karena tidak mau mengdengar suara terlalu keras. Sedangkan jika lagu yang diputar mengalun pelan anak akan menggoyangkan badannya kekiri kanan, menggeleng pelan, dan bertepuk tangan.

2.       Bisa bernyanyi sesuai irama lagu
Sang anak memiliki kecerdasan musik yang baik ketika ia mampu menirukan lagu yang baru didengar dan menyanyikannya sesuai irama atau tanpa bantuan alat musik. Jika lupa syair maka anak menggantinya dengan “na..na..na”

3.       Senang memainkan alat musik
Ciri anak yang memiliki bakat bermain musik adalah ketika bernyanyi ia menirukan iringan tepuk tangan. Sang anak pun akan bernyanyi sambil memainkan atau memukul benda didekatnya.

4.       Senang belajar dengan iringan musik
Sang anak yang suka musik akan senang mendengarkan lagu sambil ia belajar. Ia akan ikut benyanyi ataupun sedikit menggoyangkan badannya ke kanan dan kiri.


Beberapa ciri tersebut menunjukkan bahwa anak dengan kriteria diatas akan memiliki bakat yang hebat dalam bermusik. Dalam hal ini, orang tua perlu mengetahui bakat anaknya. Jika orangtua telah mengetahui bakat anak dalam bermusik, berikan stimulus agar anak dapat mengembangkannya. Selalu berikan dukungan pada anak agar ia tetap percaya diri pada bakat yang dimilikinya. (Admin RA Mutiara Bunda)

Jumat, 30 September 2016

Tips Agar Anak Gemar Membaca



Membiasakan anak membaca bukanlah perkara mudah, apalagi membangun minatnya untuk membaca perlu kerja keras orang tua dalam membujuknya. Membaca merupakan kegiatan yang bisa dikatakan sebagai kegiatan yang membosankan bagi anak, karena masa mereka adalah masa bermain. Setiap orang tua tentu menginginkan agar kegiatan anak dapat seimbang, bukan cuma bermain setiap saat namun perlu juga asupan pengetahuan bagi sang anak dengan bercerita ataupun membaca.

Merangsang anak agar suka membaca memerlukan beberapa cara agar minat anak perlahan tumbuh. Memberikan contoh kepada anak dengan rajin membaca adalah salah satu cara yang efektif yang harus dilakukan oleh  orang tua. Anak akan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Jika orang tua mengingkan agar anaknya gemar membaca, luangkan sedikit waktu untuk selalu membaca setiap hari. Ajak perlahan dan temani anak untuk membaca buku yang ia sukai. Bicaralah hal-hal menarik yang ditemukan dari buku yang dibaca.

Berikan kesempatan pada anak untuk memilih buku yang mereka sukai. Pada umumnya, anak suka melihat buku bergambar, walaupun pada awalnya anak hanya melihat dan belum membaca, namun hal ini memberikan stimulus pada anak agar suka dengan buku. Selain itu orang tua dapat menemani anak membaca untuk memberikan penjelasan dan arahan dalam buku bacaan.

Fasilitasi anak dengan buku bacaan tokoh kegemaran mereka, misalnya anak suka dengan tokoh kartun yang ada pada televisi, lengkapi buku bacaan dengan tokoh kartun tersebut. Anak akan cepat tertarik untuk mengambil buku yang mengandung tokoh kegemaran mereka. Sesekali, orang tua juga dapat mengajak anak mereka ke toko buku untuk memilih sendiri buku bacaan yang mereka sukai.

Menjelaskan pesan-pesan dari buku bacaan dikaitkan dengan kehidupan anak. Sampaikan pesan moral yang dengan mudah dipahami anak. Hal ini dapat menamkan perilaku yang baik kepada anak dan memperluas wawasan anak dari buku bacaan.

Memberikan apresiasi dan penghargaan bagi anak ketika mereka telah suka dengan buku.  Memberikan reward kepada anak atas hasil usahanya akan menumbuhkan kepercayaan diri yang kuat kepada anak, sehingga mereka akan melakukan tugasnya lebih baik lagi. Latih daya kritis anak dengan menanyakan beberapa hal seperti “cerita mana yang adik suka?”, “cerita mana yang adik tak suka?”, dengan demikian akan melatih anak untuk menyampaikan apa yang ia pahami.

Hidari memaksa anak untuk membaca buku. Paksaan kepada anak tentu memiliki dampak psikologis, walaupun secara nyata mereka mengikuti perintah orang tua untuk membaca namun secara psikis anak tertekan dan berdampak pada pandangan anak bahwa membaca buku hanya sebatas menggugurkan kewajiban atas perintah orang tuanya. Lakukan pendekatan secara perlahan, walau anak belum tertarik dengan buku jangan dipaksakan.


Beberapa langkah diatas dapat dilakukan oleh orang tua untuk membiasakan anak gemar membaca. Kebiasaan membaca sejak dini akan memberikan kemudahan bagi seorang anak ketika dewasa. Kenali apa yang menjadi kesukaan anak, kaitkan kegemaran mereka dengan buku bacaan. Menghukum anak yang belum suka membaca bukanlah solusi untuk membuat anak gemar membaca, justru hal tersebut menjadikan anak takut untuk membaca. (Admin RA Mutiara Bunda)

Rabu, 28 September 2016

Pengobatan Demam Pada Anak



Demam pada umumnya sering terjadi pada anak karena sistem kekebalan tubuh mereka belum cukup kuat. Demam bukanlah sebuah penyakit tetapi adalah sebuah gejala yang menyebabkan sakit. Demam terjadi ketika sistem kekebalan tubuh sedang melakukan perlawanan terhadap infeksi. Seseorang dikatakan demam ketika suhu tubuhnya mencapai 37,5° C atau lebih. Untuk mengetahui demam yang terjadi pada anak, cara yang efektif adalah dengan memeriksa suhu tubuh anak menggunakan termometer, bukan hanya dengan meraba kening atau tubuh anak.

Penyebab terjadinya demam pada anak bisa dilihat dari beberapa hal mulai dari yang ringan hingga berbahaya diantaranya; Infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri atau virus seperti pilek, flu, hingga radang tenggorokan; Terjadi pertumbuhan gigi baru pada anak; Efek samping imunisasi; Sinusitis; Diare akibat makanan yang terkontaminasi (gastroentritis); Disentri; Tifus; Cacar air; Demam berdarah; Malaria dan lainnya. Beberapa penyebab demam tersebut sangat penting untuk diperhatikan oleh orang tua agar pengobatan yang tepat apakah sebaiknya ditangani medis atau dapat dirawat sendiri.

Pengobatan yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua saat anak mengalami demam adalah dengan memberikan banyak minum meskipun sang anak tidak haus. Hindari minuman yang mengandung kafein seperti minuman bersoda atau teh. Demam menyebabkan anak kehilangan cairan lebih cepat sehingga resiko terkena dehidrasi lebih tinggi. Selain itu, orang tua juga dapat memberikan obat penurun demam seperti paracetamol agar anak merasa lebih nyaman dan tenang. Perhatikan aturan pakai dan dosis yang tertera pada kemasan.

Berikut merupakan langkah-langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi demam pada anak:
  • Pastikan suhu udara ruangan cukup baik. Berikan baju yang tipis agar panas tubuh bisa keluar.
  • Selalu memeriksa suhu tubuh anak secara teratur dengan termometer.
  • Buat lingkungan yang senyaman mungkin untuk anak dapat beristirahat. Anak biasanya akan rewel saat sedang mengalami demam.
  • Kompres dengan air biasa atau yang agak dingin.
  • Pastikan anak tidak merasa kedinginan atau kepanasan. Tutup dengan selimut secukupnya.
  • Berikan makanan yang mudah dicerna dan yang disukai anak. Pilih makanan yang menyehatkan tubuh.
  • Berikan obat-obatan sesuai dosis dan aturan pakainya. Tanyakan kepada dokter jika merasa ragu dan jangan menggabungkan obat-obatan tanpa mengetahui kandungan dan aturan pakainya.
Beberapa langkah diatas dapat menangani gejala demam ringan pada anak. Demam juga dapat menyebabkan beberapa komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Sangat penting untuk mencari dan mengevaluasi gejala lain yang muncul bersamaan dengan demam. Disisi lain, demam juga bermanfaat pada sistem kekebalan tubuh anak. Meningkatnya suhu tubuh mempercepat produksi antibody dan menggandakan sel darah putih yang berfungsi untuk melawan mikroorganisme penyebab infeksi. Dalam hal ini, demam ringan bukanlah penyakit serius dan gawat. Demam semacam ini biasanya hilang dengan sendirinya. (Admin RA Mutiara Bunda)


Selasa, 27 September 2016

Lakukan Pertolongan Pertama Saat Anak Mengalami Mimisan



Anak lebih sering mengalami mimisan dibandingkan orang dewasa karena lapisan hidung anak terdapat pembuluh darah yang lebih rapuh dan mudah pecah. Kondisi tersebut biasanya dialami oleh anak yang berusia 3-10 tahun. Orang tua tidak perlu terlalu panik ketika terjadi mimisan pada anak, lakukan beberapa pertolongan pertama untuk menghentikan pendarahan pada hidung anak.

Mimisan pada anak dapat terjadi oleh karena pengaruh cuaca yang sedang kering atau kelembapan udara yang sedang rendah. Menghembuskan napas terlalu keras ketika buang ingus atau mengorek hidung terlalu dalam dapat menyebabkan mimisan pada anak. Penyebab lainnya adalah benturan pada hidung atau adanya benda asing yang masuk kedalam hidung. Dari keseluruhan penyebab, biasanya flu dan alergi terhadap cuaca dingin dianggap sebagai penyebab terjadinya mimisan.

Kehadiran orang tua maupun orang disekitar anak hendaknya melakukan pertolongan pertama pada anak diantaranya:

-          Tenangkan anak agar lebih mudah melakukan pertolongan.


-     Dudukkan anak dengan posisi kepala agak menunduk. Minta agar anak tidak bersandar untuk menghindari kemungkinan darah mengalir dari saluran hidung bagian dalam ke tenggorokan atau kerongkongan. Jika ini terjadi, kemungkinan dapat menyebabkan anak tersedak bahkan bisa mengalami batuk atau muntah.

-          Mintalah agar anak bernapas melalui mulut.

-          Tutup hidung menggunakan tisu atau lap dengan cara menekan bagian hidung yang lunak. Tekan bagian hidung yang lunak sekitar 10 menit dengan kekuatan tekanan yang stabil. Hal ini bertujuan untuk menghentikan pendarahan. Hindari memasukkan lap atau tisu kedalam hidung anak dengan maksud menghentikan pendarahan.

-          Setelah 10 menit, lepaskan, kemudian perhatikan apakah pendarahan sudah berhenti atau belum. Jika pendarahan belum berhenti, ulangi langkah tersebut.

Keadaan ini bisa menjadi serius dan harus segera ditangani oleh tenaga medis adalah ketika;

-          Telah melakukan pertolongan pertama dengan menekan hidungnya selama 10 menit, sebanyak dua kali, namun darah belum berhenti mengalir.

-          Anak tampak lemas dan pucat, sulit diajak berkomunikasi dan tubuh berkeringat.

-          Darah yang keluar diperkirakan sudah terlalu banyak.

-   Anak mengalami batuk atau muntah karena darah dari hidung terlanjur mengalir ke kerongkongan, lalu ke mulut dan mungkin tertelan.

-          Mimisan terlalu sering, yaitu lebih dari dua kali seminggu.

Pertolongan pertama tersebut setidaknya dapat dilakukan oleh orang tua maupun orang sekitar ketika terjadi mimisan pada anak. Sebagai orang tua hendaknya mengantisipasi agar anak tidak mengalami mimisan dengan mencegah anak memasukkan benda asing kedalam hidung, mengajari anak tidak menghembuskan napas terlalu kencang saat buang ingus, pastikan kuku anak bersih dan tidak panjang, dan senantiasa mengawasi anak bermain untuk mencegah benturan pada hidung anak. (Admin RA Mutiara Bunda)


Senin, 26 September 2016

Tips mengendalikan anak cengeng



Sudah sewajarnya bila seorang anak menangis, karena hal tersebut merupakan luapan emosional yang disampaikan sang anak ketika ia tidak dapat menjelaskan keinginannya ataupun tidak mendapatkan keinginannya. Hal ini juga bisa menjadi momen yang buruk jika anak menangis disuatu acara dan tidak mau berhenti menangis, karena semua pandangan tamu akan tertuju pada anak itu dan orang tua pun akan kepayahan untuk menenangkan anak. Namun bila anak sering menangis karena hal-hal yang sepele butuh tanggapan khusus bagi orang tua agar tidak terbawa hingga ia dewasa.

Pendekatan orang tua kepada anak yang sering menangis harus dilakukan dengan beberapa cara. Memarahi anak bukanlah solusi yang tepat untuk menenangkan anak, justru akan berdampak pada jiwa sosialnya dan bahkan saat ia dewasa. Ketika anak tersebut memiliki adik yang menangis maka dengan spontan ia akan memarahi adiknya untuk berhenti menangis. Ketika ia dewasa pun akan melakukan cara yang sama ketika anaknya menangis. Maka pendekatan orang tua kepada anaknya harus melihat kondisi psikis anak, karena anak selalu  mengikuti tingkah laku orang tua.

Mengajak anak berbicara menjadi salah satu pendekatan yang efektif bagi orang tua kepada anak yang menangis. Mencari tahu apa keinginan anak dengan berbicara perlahan dengan kalimat-kalimat positif seperti: “Coba bicara baik-baik adik mau apa?”, “Kalau kakak hanya menangis ayah bunda tidak tahu apa keinginanmu. Coba cerita baik-baik”, kalimat-kalimat tersebut akan membiasakan dan merangsang anak untuk bercerita atau mengutarakan keinginannya kepada orang tua lewat kata-kata bukan dengan tangisan.

Hindari pelabelan anak cengeng. Sebagai orang tua tentu akan merasa kebingungan mengatasi anaknya yang selalu menangis. Walaupun demikian, orang tua sebaiknya menghindari kata-kata “anak cengeng”, “dasar cengeng!” dan lainnya, karena akan mempengaruhi kepercayaan diri anak dan selalu beranggapan bahwa dirinya adalah cengeng. Kemandirian anak pun akan menurun karena ia tidak berani melakukan sesuatu dengan dirinya sendiri dan takut salah.

Batasi untuk memanjakan anak. Salah satu faktor anak selalu menangis adalah ia tidak mendapatkan keinginannya. Ketika anak menginginkan mainan disebuah market kemudian sang ibu tidak mengabulkannya maka anak akan menangis sepanjang perjalanan. Dalam hal ini, seorang ibu yang lebih mengetahui apa saja yang diperlukan anaknya. Menuruti keinginan anak bisa dilakukan sesekali dan hindari kebiasaan untuk memenuhi segala kemauan anak. Jika sang ibu selalu menuruti keinginan anaknya yang menangis, maka tangisan menjadi senjata utama anak untuk mendapatkan keinginannya dan ia akan terbiasa menjadi anak yang manja.

Memberikan pemahaman kepada anak juga menjadi cara untuk tidak memanjakan anak. Ketika anak menangis karena tidak terpenuhi keinginannya, tenangkan dahulu kondisi emosional anak. Setelah itu berikan pemahaman yang baik kepada anak seperti: “bunda sekarang belum bisa belikan itu, kalau bunda sudah ada uang nanti bunda belikan”, “mainan adik masih banyak dirumah, nanti saja ya beli yang itu”. Jelaskan kondisi-kondisi yang memungkinkan anak paham, namun orang tua pun harus konsisten dengan janji yang telah disampaikan kepada anak, agar anak mau memahami dan percaya kepada orang tuanya.


Beberapa tips diatas dapat mengendalikan anak yang sering menangis. Orang tua pun akan tenang bila anak mau berbagi cerita, menyampaikan keinginannya, bercanda ria bukan hanya menangis. Kondisi-kondisi semacam itu perlu dibentuk pada diri anak melalui pendekatan yang sesuai. Jika anak sudah nyaman dengan pendidikan didalam rumah, maka ia akan berbalas budi saat dewasa kelak. (Admin RA Mutiara Bunda)